رفتن به محتوای اصلی
بازگشت به کتابخانه
جلد کتاب دونیا یانگ دیلیپات: تاماسیا ملامپاوی باتاس-باتاس کبودایان

دونیا یانگ دیلیپات: تاماسیا ملامپاوی باتاس-باتاس کبودایان

Dunia Yang Dilipat: Tamasya Melampaui Batas-batas Kebudayaan

نوشتهٔ یسرف امیر پیلیانگ(Yasraf Amir Piliang)

3.83۱ رأی

Bayangkan bahwa dunia itu seperti selembar kertas. باگای سئورنگ اهلی اوریگامی، لیپاتلا کرتاس ترسبوت منجدی دعا، امپات، دلاپان، انام بلاس، دان ستروسنیا، سامپای پادا ساتو تیتیک کرتاس ایتو تیداک بیسا دیلیپات لاگی، باگایماناپون دیلاکوکان. Kertas itu tidak dapat dilipat lagi disebabkan ada batas kemampuan struktur kertas tersebut yang menahan perubahan dirinya.Pemaksaan —berupa penekanan، pemadatan، pemampatan، atau perusakan akan memungkinkan kertas lanjut dilipat lebih. Akan tetapi، ini berarti kita melampaui batas-batas struktur, sifat, dan karakteristik yang seharusnya tidak dilewati. Melipat melewati batas yang seharusnya tidak dilewati —melalui cara pemaksaan، pemadatan، pemampatan، penekanan، perusakan، dan pengerdilan (miniaturisasi)—itulah lukisan sesungguhnya داری آپا یانگ دیسبوت sebagai dunia یانگ دیلیپات یانگ. Waktu، Melipat Ruang، Melipat Tanda، Melipat Budaya itulah empat bahasa besar yang termuat dalam buku ini. پدیده Berbagai Budaya Kontemporer dibedah dan dianalisis menggunakan berbagai teoriyang bisa dikatakanbelum lama diperkenalkan kepada publik Indonesia. Dalam buku ini، Yasraf Juga Memberikan paparan mendasar tentang berbagai teoriyang digunakannya، sehingga memudahkan pembaca untuk memasuki berbagai telisikannya، serta menunjukkan bahwa teori-teori tersebut bukan semata tempelan agarmiaahkes ini, telah dimasukkan kembali Pengantar Penulis, Prolog dan Epilog dari edisi Kesatu, mengganti dua tulisan lama dengan tujuh tulisan baru, plus sebuah postscript dan sebuah DVD berisi kuliah yang meresume materi buku دونیا یانگ دیلیپات اینی. Inilah salah satu buku yang wajib dibaca bagi mahasiswa, dosen atau khalayak umum yg ingin memahami budaya kontemporer sembari mengamati dari dekat jeroan budaya tersebut.

خواندن متن اصلی انگلیسی

Bayangkan bahwa dunia itu seperti selembar kertas. Bagai seorang ahli origami, lipatlah kertas tersebut menjadi dua, empat, delapan, enam belas, dan seterusnya, sampai pada satu titik kertas itu tidak bisa dilipat lagi, bagaimanapun dilakukan. Kertas itu tidak dapat dilipat lagi disebabkan ada batas kemampuan struktur kertas tersebut yang menahan perubahan dirinya.Pemaksaan —berupa penekanan, pemadatan, pemampatan, atau perusakan akan memungkinkan kertas dilipat lebih lanjut. Akan tetapi, ini berarti kita melampaui batas-batas struktur, sifat, dan karakteristik yang seharusnya tidak dilewati. Melipat melewati batas yang seharusnya tidak dilewati —melalui cara pemaksaan, pemadatan, pemampatan, penekanan, perusakan, dan pengerdilan (miniaturisasi)—itulah lukisan sesungguhnya dari apa yang disebut sebagai dunia yang dilipat yang ingin dilukiskan dalam buku ini.Melipat Waktu, Melipat Ruang, Melipat Tanda, Melipat Budaya itulah empat bahasa besar yang termuat dalam buku ini. Berbagai fenomena budaya kontemporer dibedah dan dianalisis menggunakan berbagai teori yang bisa dikatakanbelum lama diperkenalkan kepada publik Indonesia. Dalam buku ini, Yasraf juga memberikan paparan mendasar tentang berbagai teori yang digunakannya, sehingga memudahkan pembaca untuk memasuki berbagai telisikannya, serta menunjukkan bahwa teori-teori tersebut bukan semata tempelan agar terkesan ilmiah dan berwibawa.Dalam edisi ketiga ini, telah dimasukkan kembali Pengantar Penulis, Prolog dan Epilog dari edisi kesatu, mengganti dua tulisan lama dengan tujuh tulisan baru, plus sebuah postscript dan sebuah DVD berisi kuliah yang meresume materi buku Dunia yang Dilipat ini. Inilah salah satu buku yang wajib dibaca bagi mahasiswa, dosen atau khalayak umum yg ingin memahami budaya kontemporer sembari mengamati dari dekat jeroan budaya tersebut.

شناسنامهٔ کتاب

ویرایش
3
تعداد صفحات
۵۰۸
زبان
Indonesian
ناشر
Pustaka Matahari
شابک
9790000000000